Tulisan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengurai eksistensi tradisi visualisasi masyarakat melayu dalam iluminasi naskah melayu di nusantara serta untuk mendeteksi redesain warisan iluminasi dalam kepentingan masyarakat masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menggunakan sumber data primer dan sekunder yang dicari dengan teknik pengumpulan data literature dari berbagai sumber dan kemudian dianalisis dengan kebutuhan peneliti akan data yang disajikan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, tradisi visualisasi dalam iluminasi naskah melayu nusantara meurpakan refleksi intelektualitas tradisi tulis yang merupakan indicator dari gejala budaya berupa ide, sistem sosial dan praktik. Kemudian, unsur utama yang selalau ada pada naskah melayu di nusantara adalah pucuk rebung yang memiliki filosofi untukj terus tumbuh tinggi kokoh dan kuat dari terpaan angin. Kedua, redesain tradisi visualisasi iluminasi naskah melayu masih terjadi sampai saat ini terutama dalam kepentingan kesejahteraan social ekonomi untuk industry kreatif yang tertuang dalam revitaslisasi desain iluminasi menjadi bentul vector digital yang membantu mmeudahkan untuk diaplikasikan dalam berbagai desain format undangan, lukisan, bingkai cover buku, lukisan, dan batik. Salah satu yang telah terwujud adalah menjadi kain batik di berbagai daerah melayu. Melihat kondisi tersebut, naskah melayu nusantara memiliki peluang besar untuk di redesain dalam konteks kekinian. Hal ini, selain melestarikan tradisi visualisasi iluminasi naskah melayu melalui representasi makna yang khas menjadi warisan budaya yang sangat bernilai.
Copyrights © 2022