Latar Belakang : Terong adalah komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat. Penambahan bahan organik dalam bentuk pupuk kandang dan arang sekam menjadi alternatif perbaikan kondisi tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman terong. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman terong yang dipengaruhi oleh penambahan pupuk kandang dan arang sekam pada media tanamnya. Metode : Penelitian dilakukan di Desa Bantarwuni Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 110 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan faktor penambahan bahan organik berupa, kontrol (P0), pupuk kandang (P1), dan campuran pupuk kandang dan arang sekam (P2). Data yang diperoleh dianalis menggunakan uji F pada tingkat kesalahan 5 %, jika menunjukkan hasil signifikan dilanjutkan dengan uji DMRT. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman, tetapi mempengaruhi hasil yang diperoleh. Penambahan bahan organik berupa pupuk kandang dan arang sekam memberikan pengaruh terbaik dengan jumlah buah dan bobot buah secara berturut-turut 6,78 buah dan 1,36 kg per tanaman. Kesimpulan : Pemberian bahan organik berupa pupuk kandang dan arang sekam memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah buah dan bobot buah secara berturut-turut 6,78 buah dan 1,36 kg per tanaman.
Copyrights © 2022