Abortus merupakan salah satu komplikasi obstetrik yang paling sering dijumpai pada wanita hamil. Kehamilan dapat berakhir berakhir dengan terjadinya abortus, baik itu abortus insipiens, abortus imminens, abortus inkomplit maupun komplit.1,2 Begitu banyak etiologi yang menyebabkan abortus yaitu: kelainan kromosom, faktorinfeksi, nutrisi, penyakit metabolik, anomali uterus dan stress oksidatif.2,3Teori terbaru mengenai etiologi abortus adalah adanya suatu keadaan tidak seimbangnya antara produksi prooksidan dan mekanisme pertahanan antioksidan.4,5 Stres oksidatif adalah tidak seimbangnya antara prooksidan (free radical) dan antioksidan.4,5 Stres oksidatif sendiri akan menyebabkan gangguan proses plasentasi. Peningkatan insiden kegagalan plasentasi berhubungan dengan peningkatan radikal bebas yang berpengaruh pada perkembangan fungsi plasenta dan berefek pada fetus.6 Peningkatan plasenta oksidatif stres menjadi faktor dalam patogenesis awal keguguran.3 Pada abortus spontan stres oksidatif dapat menyebabkan degenerasi sinsiotropoblast. Stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan lipid membran sel, menginduksi terjadinya lipid peroksidasi.Lipid peroksidasi terjadi ketika adanya interaksi antara lipid dengan radikal bebas.Lipid peroksidasi ini tidak hanya sangat tidak stabil namun juga sangat reaktif dan juga merusak. Akhirnya, peningkatan lipid peroksidasi yang tidak terkendali menyebabkan kerusakan sel endothelial.8,16Peroksidasi lipid yang bersifat sangat reaktif menyebabkan kerusakan sel endotel melalui interaksi langsung dengan membran sel endotel maupun secara tidak langsung melalui aktifasi mediator lain oleh produk peroksidasi lipid.4 Efek secara langsung pada membran endotel adalah peroksidasi lipid memudahkan terjadinya ikatan silang rantai lemak pada membran endotel yang akan menyebabkan perubahan kandungan cairan (fluidisitas)membran dan mobilisasi enzim-enzim pada membran. Hal ini akan menyebabkan membran endotel menjadi bocor dan molekul-molekul hingga seukuran enzim dapat keluar melewati membran yang rusak tersebut. Sebagai tambahan terhadap rusaknya fungsi membran sebagai barier tersebut, peroksidasi lipid juga mengakibatkan hilangnya homeostasis ion yang menyebabkan terjadinya ganguan kompartemen dan kekacauan ion utamanya ion Ca2+. Hilangnya homeostasis Ca2+ menyebabkan hilangnya kontrol metabolik sel endotel.4Kerusakan oleh radikal bebas merupakan sumber dari kerusakan DNA.4,22Reaksi radikal bebas inilah yang menginduksi terjadinya lipid peroksidasi yang kemudian akan memicu disfungsi endotel dan akibat disfungsi endotel yang masif maka akan terjadi abortus.
Copyrights © 2013