E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana
Vol 2, No 4 (2014)

OBESITAS DALAM KEHAMILAN

Sudirtayasa, Wayan (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2015

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang saat ini mendapatkan perhatian diseluruh dunia karena jumlah penderitanya meningkat setiap tahun baik itu anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Penderita obesitas lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki dan sebagian besar pada usia reproduktif sehingga secara tidak langsung meningkatkan prevalensi kehamilan dengan obesitas. Obesitas sangat berkaitan erat dengan berbagai macam komplikasi penyakit terlebih jika dialami oleh wanita hamil yang mana akan berdampak buruk baik terhadap ibu maupun janin yang dikandung. Penyakit seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes mellitus gestasional, tromboemboli risikonya akan meningkat pada wanita hamil dengan obesitas termasuk abortus dan kelainan kongenital. Komplikasi yang terjadi pada kehamilan dengan obesitas dapat terjadi saat antepartum, intrapartum maupun post partum bahkan pada beberapa tahun selanjutnya baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat direkomendasikan pada kehamilan dengan obesitas : Pemeriksaan kesehatan secara periodik di dokter spesialis obstetrik dan ginekologi untuk merencanakan kehamilan yaitu dengan mencapai berat badan dengan BMI < 30 kg/m2 atau yang idealnya adalah < 25 kg/m2. .BMI harus diukur sejak sebelum hamil sehingga modal ini dapat digunakan untuk menjelaskan risiko yang mungkin terjadi terkait dengan obesitas pada kehamilan.Wanita hamil dengan obesitas harus mendapat konseling tentang penambahan berat badan, nutrisi dan pilihan makanan yang tepat.Wanita yang mengalami obesitas harus dijelaskan tentang risikonya untuk mengalami komplikasi medis seperti penyakit jantung, penyakit paru, gestasional hipertensi, dan obstructivesleep apnoe. Olah raga yang tepat secara regular selama kehamilan mungkin akan mengurangi risiko tersebut.Wanita hamil dengan obesitas harus memperoleh penjelasan tentang risiko terjadinya kelainan kongenital sehingga skrining yang tepat harus dilakukan.Waktu yang tepat untuk dilakukan skrining oleh seorang obstetris harus dipikirkan sehubungan dengan BMI yaitu pada usia 20-22 minggu.Wanita hamil dengan obesitas harus dijelaskan tentang jenis persalinannya yang cenderung pilihannya adalah seksio sesaria mengingat keberhasilan persalinan pervaginam sangat rendah.Konsultasi dengan spesialis anestesi juga harus dijelaskan sehubungan dengan pilihan obat analgesik dan jenis anestesinya.Risiko terjadinya tromboembolisme juga harus dijelaskan sehingga terkadang dipertimbangkan untuk pemberian trombofilaksis.   Wanita hamil dengan obesitas dan janin yang dikandung sangat berisiko untuk memperoleh luaran kehamilan yang buruk pada setiap usia kehamilan. Walaupun perawatan pada pasien hamil dengan obesitas menujukan suatu tantangan dan membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu, dengan menemukan suatu risiko penyakit yang mungkin terjadi pada kehamilan tersebut serta melalui penanganan yang tepat akan memberikan hasil luaran kehamilan yang lebih baik. Dengan perawatan prakonsepsi untuk mencapai berat badan yang ideal akan memberikan hasil luaran kehamilan yang lebih baik.

Copyrights © 2014