Abstrak Budaya lokal Toraja merupakan cerminan dari agama asli Toraja itu sendiri yaitu Aluk To dolo. Salah satu bentuk upacara adat yang terkenal adalah upacara Rambu Solo’ yang berkembang di daerah Tana Toraja. Upacara ini merupakan tradisi pemakaman jenazah yang mewajibkan keluarga jenazah membuat pesta sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah meninggal. Upacara Rambu Solo’ adalah pesta kematian. Bagi orang Toraja, pesta ini merupakan penghormatan bagi orang yang sudah meninggal, di mana orang yang meninggal itu beralih dari dunia sementara menuju ke dunia abadi. Dalam pesta ini dikisahkan perjalanan panjang pengembaraan manusia dari awalnya di langit, turun ke bumi dan akhirnya kembali lagi ke langit. Dalam pemahaman orang Toraja, alam semesta, manusia dan yang Ilahi bersifat mistis. Ketiganya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan suatu kesatuan. Keselamatan di dalam pemahaman orang Toraja adalah terciptanya situasi yang harmonis antara manusia, alam semesta dan Puang Matua. Untuk mencapai semua keselamatan itu, manusia harus berusaha semasa hidupnya dengan melaksanakan mantunu tedong. Dalam pemahaman Kekristenan, keselamatan dicapai melalui kasih karunia Allah. Kasih karunia Allah itu hanya ada di dalam diri Yesus Krisus sebagai pengantara antara Allah dan manusia. Jadi, bukan banyaknya korban bakaran yang menjamin manusia bisa masuk surga tetapi lebih kepada keterbukaan hati manusia di hadapan Allah.
Copyrights © 2021