Penelitian  ini bertujuan  untuk  menguji  pengaruh  laba  dan  arus  kas  terhadap prediksi  probabilitas  kondisi  financial  distress pada  seluruh  perusahaan  kecuali industri perbankan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data pada tahun 2005, 2006, dan 2007 digunakan untuk memprediksikan kondisi financial distress pada 1 tahun setelahnya yaitu tahun 2006,2007, dan 2008. Data tersebut dianalisis dengan model regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba memiliki pengaruh yang signifikan dalam memprediksi kondisi financial distress yang terjadi pada seluruh perusahaan bukan  bank.  Penelitian  ini  gagal  untuk  membuktikan  pengaruh  laba  dalam memprediksi kondisi financial distress yang terjadi pada seluruh perusahaan bukan bank.
Copyrights © 2022