Salah satu keluhan kesehatan yang kerap terjadi akibat pekerjaan adalah nyeri punggung bagian bawah. Keluhan NPB umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor pekerjaan, seperti posisi kerja yang salah, waktu kerja yang lama, masa dan juga beban kerja berlebih. Faktor individu seperti usia, jenis kelamin, status gizi juga dapat menjadi penyebab keluhan NPB. Hampir semua sektor pekerjaan memiliki kemungkinan untuk menerapkan sikap kerja yang berisiko tinggi salah satunya adalah petani. Petani yang mengalami keluhan NPB akan mengalami penurunan produktivitas kerja, dimana mereka akan lebih membutuhkan banyak waktu istirahat dibandingkan waktu kerja, dan setiap saat bekerja para petani lebih mudah mengalami kelelahan sehingga pekerjaan menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan oleh petani di Wilayah Kota dan Kabupaten Kupang dengan terjadinya sakit punggun pada bagian bawah. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan analisis gambar posisi kerja petani. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 104 orang. Berdasarkan data, yaitu analisis univariat, sebanyak 61 responden (58.7%) memiliki sikap kerja risiko tinggi dan 43 responden (41.3%) tergolong sikap kerja sedang dan sebanyak 79 (76%) responden mengalami keluhan NPB dan 25 (24%) sisanya tidak mengeluhkan NPB. Hasil analisis bivariat untuk hubungan sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada petani diperoleh nilai p-value 0,030. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah pada Petani di Wilayah Kota dan Kabupaten Kupang.
Copyrights © 2022