Tanah pasca tambang kapur memiliki kesuburan yang rendah sehingga proses revegetasi akan terhambat. Penambahan amelioran tanah dan pemilihan tanaman yang tepat diperlukan agar revegetasi berhasil dengan baik. Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan pupuk kandang sapi diharapkan dapat membantu pertumbuhan tanaman pada tanah pasca tambang batu kapur. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh interaksi FMA dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan tanaman kayu putih di tanah pasca tambang kapur, (2) menganalisis dosis pupuk kandang yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan kayu putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan (mikoriza dan pupuk kandang sapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari interaksi antara inokulasi FMA dengan pupuk kandang sapi. Pemberian FMA secara tunggal juga tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan semai kayu putih. Sementara faktor tunggal pupuk kandang sapi berpengaruh nyata pada pertumbuhan semai, dosis terbaik pupuk kandang sapi yaitu 15% yang dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter masing-masing sebesar 28,04% dan 38,41% dibanding tanaman kontrol. Kata kunci: kayu putih, mikoriza, pupuk kandang sapi, tanah pasca tambang kapur
Copyrights © 2022