Tradisi berziarah ke kuburan yang disebut bulan liang adalah bagian dari aktualisasi iman masyarakat Kristen di Mamasa. Tradisi ini dilakukan pada waktu tertentu yang biasanya dikaitkan dengan masa-masa raya Paskah. Namun tradisi ini berakar dalam agama lama, aluk todolo, yang dimodifikasi dan dimaknai secara baru oleh orang Mamasa yang sudah Kristen. Walaupun kebanyakan orang Kristen di Mamasa tidak mempersoalkan sikap adaptif dan adopsi terhadap tradisi yang mengakar dalam agama lama itu, tetapi tidak sedikit juga yang masih mempersoalkannya, terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang mengiring, seperti perjudian, pemborosan materi, dll. Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat ulang praktek ini di kalangan masyarakat Kristen Mamasa dan bagaimana menilainya secara proporsional, baik secara teologis terkait kepercayaan di seputar kegiatan ini maupun dampak-dampak lainnya yang dapat mempengaruhi kehidupan beriman masyarakat dan aspek-aspeks sosialnya. Penelitian terhadap praktek tradisi ini, penulis lakukan di lingkup masyarakat Kristen yang ada di Desa Lambanan, Kab. Mamasa
Copyrights © 2021