Tulisan ini bertujuan untuk mengkritisi pandangan teologis patriarki dan heteronormativitas sebagai wacana dominan yang digunakan untuk menolak orang-orang yang berbeda orientasi seksual. Penindasan tidak hanya datang dari struktur sosial yang ada di masyarakat, tetapi juga pemahaman agama yang melihat seksualitas di luar konsep heteronormativitas sebagai penyimpangan dari kehendak Tuhan. Makalah menawarkan gagasan Kristologi Androgini yang didasarkan pada konsep lokal mengenai toburake tambolang dalam budaya Toraja dan konsep Yesus-Sophia dalam Injil Yohanes dengan menggunakan perspektif Bi/Christ milikMarcella Althaus-Reid untuk menjawab masalah ini.
Copyrights © 2022