Berbagai penelitian menunjukkan tingginya prevalensi malnutrisi pada pasien dialisis kronik, namun hingga saat ini, penelitian lebih banyak dilakukan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kesintasan pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik berupa retrospective cohort. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani terapi CAPD di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil dari analisis data berdasarkan nutritional risk index (NRI) dan instant nutritional assessment (INA) didapatkan asosiasi bermakna terhadap risiko mortalitas pasien CAPD (p < 0,05). Hal ini berbeda dengan indikator BMI yang tidak memiliki asosiasi terhadap risiko mortalitas pada pasien CAPD (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi berdasarkan indikator NRI pada kategori severe mempunyai tingkat mortalitas lebih tinggi dibandingkan kategori no risk, dan status gizi berdasarkan indikator INA kategori severe malnourished memiliki mortalitas lebih tinggi dibandingkan kategori lain dan status gizi mempengaruhi kesintasan dua tahun pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani CAPD.
Copyrights © 2022