Sejak terbukanya ruas jalan tembus jalan Sinarmas Land lambat laun mulai menimbulkan titik kemacetan baru, seperti pada ruas jalan menuju gerbang Grand City dari arah MT Haryono. Dari hasil identifikasi awal ditemukan antrian kendaraan terjadi dari arah RS Kanujoso menuju simpang wika dan dari arah Perumahan Wika menuju simpang Grand city, antrian umumnya terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang khususnya dari arah Wika. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kondisi simpang sehingga dapat diketahui panjang antrian kendaraan yang dapat terjadi di masa yang akan datang terutama jika masa pandemi covid sudah berakhir, agar dapat direncanakan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi antrian panjang di masa yang akan datang. Metode analisis yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja simpang tidak bersinyal Grand city adalah metode Sistem Dinamik (dynamic system) dengan menggunakan alat bantu aplikasi VISSIM. Data yang dianalisis menggunakan data pengukuran langsung di lapangan yakni dengan melakukan survey volume lalu lintas, survey antrian kendaraan, serta data geometric simpang dan tata guna lahan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai tundaan 21,01 detik pada hari jumat sedangkan pada hari senin adalah 22,38 detik, menunjukkan bahwa kondisi kinerja simpang pada hari Jum’at lebih baik daripada kondisi kinerja simpang pada hari Senin dengan selisih tundaan 1,37 detik. Selain itu, panjang antrian yang terjadi pada hari Jumat lebih pendek daripada panjang antrian yang terjadi pada hari Senin yaitu 30,98 meter dan 55,04 meter dimana panjang antrian pada hari Jumat lebih pendek 24,06 meter. Sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas bahwa Simpang Grand City memiliki tingkat pelayanan C. Hal yang sama juga disampaikan Dalam American Highway Capacity Manual (AHCM) 2010 dimana tundaan sebesar 22,38 detik masih masuk dalam tingkat pelayanan C untuk simpang tidak bersinyal.
Copyrights © 2022