Jurnal e-Biomedik
Vol. 10 No. 1 (2022): eBiomedik

Perbandingan Kadar D-dimer pada Pasien COVID-19 Bergejala Sedang dan Berat

Kevin J. Walandow (Universitas Sam Ratulangi)
Sylvia R. Marunduh (Universitas Sam Ratulangi)
Joice N. A. Engka (Universitas Sam Ratulangi)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2023

Abstract

Abstract: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by a new coronavirus called Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Clinical symptoms found in COVID-19 patients vary, ranging from mild, moderate, severe, and asymptomatic. It was found that COVID-19 patients with more severe clinical manifestations tended to have higher D-dimer levels compared to patients with milder clinical manifestations. This study aims to identify the concentration and comparison of D-dimer levels in COVID-19 patients with moderate and severe symptoms. This study used an analytic observational design with a retrospective approach. The research sample amounted to 122 samples derived from medical record data of COVID-19 patients at Sentra Medika Hospital North Minahasa using the purposive sampling method. The levels of D-dimer were then analyzed by the Mann-Whitney test. The results of this study showed that D-dimer levels in COVID-19 patients with moderate symptoms ranged from 137-8,916 ng/mL, while in COVID-19 patients with severe symptoms it ranged from 270-30,540 ng/mL. In the Mann-Whitney test, the value of p = 0.000 (p <0.05). The average D-dimer level in COVID-19 patients with moderate symptoms was 1,659 ± 2,170 ng/mL (n=72) while in COVID-19 patients with severe symptoms it was 4,734 ± 5,999 ng/mL (n=50). In conclusion, there is a significant difference between the average D-dimer levels of moderate and severe COVID-19 patients, where the D-dimer level of severe COVID-19 patients is almost three times higher than that of moderately symptomatic COVID-19 patients.Keywords: COVID-19; D-dimer levels; symptoms Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru yang disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang ditemukan pada pasien COVID-19 bervariasi, mulai dari ringan, sedang, berat, dan asimptomatik. Ditemukan pasien COVID-19 dengan manifestasi klinis yang lebih berat cenderung memiliki kadar D-dimer yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan manifestasi klinis lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi dan perbandingan kadar D-dimer pada pasien COVID-19 bergejala sedang dan berat. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 122 sampel yang berasal dari data rekam medis pasien COVID-19 di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara menggunakan metode purposive sampling. Kadar D-dimer selanjutnya dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini, didapatkan kadar D-dimer pada pasien COVID-19 bergejala sedang berkisar antara 137-8.916 ng/mL, sedangkan pada pasien COVID-19 bergejala berat berkisar antara 270-30.540 ng/mL. Pada uji Mann-Whitney didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Rata-rata kadar D-dimer pasien COVID-19 bergejala sedang sebesar 1.659 ± 2.170 ng/mL (n=72) sedangkan pada pasien COVID-19 bergejala berat sebesar 4.734 ± 5.999 ng/mL (n=50). Sebagai simpulan, terdapat perbedaan yang signifikan dari rata-rata kadar D-dimer pasien COVID-19 bergejala sedang dan berat, dimana kadar D-dimer pada pasien COVID-19 bergejala berat hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 bergejala sedang.Kata Kunci: COVID-19; kadar D-dimer; gejala

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

ebiomedik

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi ...