Kemiskinan laksana wabah mematikan yang terus diperangi oleh banyak negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk di Indoensia. Isu peningkatan kesejahteraan tersebut menjadi salah satu argumen diimplementasikanya kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desentralisasi fiskal terhadap tingkat kemiskinan masyarakat. Hasil regresi menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal yang diukur dengan dana perimbangan dan pendapatan asli daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan masyarakat. Sementara itu, desentralisasi fiskal yang diproksikan dengan belanja modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan masyarakat di Indonesia.
Copyrights © 2020