Financial distress adalah kondisi ketika keuangan perusahaan tengah dalam keadaan yang tidak sehat, namun belum dalam keadaan bangkrut. Sehingga, sangat penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kondisi financial distress, dengan tujuan sebagai bahan evaluasi dan peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debt ratio, current ratio, dan return on assets terhadap financial distress pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan metode purposive sampling, diperoleh 62 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan tahun 2013-2018 digunakan sebagai periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis inferensial dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) debt ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress; (2) current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress; (3) return on assets berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress.
Copyrights © 2020