Penelitian yang membahas mengenai bentuk dan makna topeng tari Tembut-Tembut yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi dalam masyarakat Karo pada zaman dulu. Namun sekarang ini masyarakat Karo menggap bahwa Tembut-Tembut merupakan suatu upacara memanggil hujan dan acara hiburan saja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahawa Tembut-Tembut memiliki arti dalam setiap bentuk ukiran dan warnanya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan tiga narasumber yang memahami mengenai Tembut-Tembut. Pada topeng Tembut-Tembut memiliki bentuk dan makna yang berbeda setiap topengnnya yang menggabarkan empat karakter berkepala manusia dan satu diantaranya berkepala burung enggang. Penggunaan warna yang dominan kuning dan hitam “Sikuning-kuningen radu megersing, siageng-agengen radu mbiring”.
Copyrights © 2023