BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA)
Volume 18 Nomor 2 Desember 2022

Peran Pengambil Kebijakan dan Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Filariasis (Studi Kualitatif)

Santoso Santoso (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Yahya Yahya (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Yulian Taviv (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Katarina Sri Rahayu (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Yanelza Supranelfi (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Vivin Mahdalena (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Rizki Nurmaliani (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Maya Arisanti (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Marini Marini (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja,Jalan A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Nungki Hapsari Suryaningtyas (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia)
I Gede Wempi Dody Surya Permadi (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia)
Tri Wurisastuti (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
23 Jan 2023

Abstract

Filariasis is still a health problem in East TanjungJabung and Belitung regencies even though mass treatment activities have been carried out for five rounds. Both districts are still endemic for filariasis because the Microfilaria rate (Mf rate) is still more than 1%. This study aims to identify the role of the community of various parties in controlling filariasisin Tanjung Jabung Timur and Belitung regencies. The research design is descriptive with a qualitative approach. Informants for the in-depth interviews were health workers at the district, sub-district and village levels as well as the village community. The number of health worker informants was 10 people, 16 community leaders, 16 cadres, and 9 sufferers, while the FGD consisted of 4 groups. Each group consists of 7 participants. Data was collected through in-depth interviews and group discussions and the data were analyzed qualitatively. Recruitment of informants for determining in-depth interviews using the snow ball method. The results showed that the roles of officers and policy makers in TanjungJabung Timur Regency were quite good, but in Belitung Regency they were less involved. Meanwhile, the role of community leaders in Indonesia is still not optimal in controlling filariasisespecially in disseminating information about filariasis. Therole of community leaders in East Tanjung Jabung Regency is more powerful than Belitung Regency. Filariasis control activities still need support from policy makers in allocating budgets and the role of community leaders to mobilize the community to be actively involved in controlling filariasis.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

blb

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Public Health Veterinary

Description

BALABA is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We published research article and literature review focused on vector borne disease such as malaria, DHF, filaria, chikungunya, leptospirosis, ...