Meningkatnya jumlah produksi singkong diikuti dengan jumlah pabrik pengolahan singkong, dimana salah satu diolah menjadi tepung tapioka. Permintaan tapioka di Indonesia cenderung terus meningkat. Pada proses produksi tapioka pasti tidak akan lepasa dari limbah yang dihasilkan dan menghasilkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah padat, cair dan gas. Salah satu bahan pencemar yang dihasilkan industri tapioka menjadi penyumbang peningkatan gas rumah kaca (GRK) tiap tahunnya. LCA merupakan metode untuk memperkirakan potensi dampak yang dihasilkan dari suatu kegiatan proses produksi mulai dari kegiatan proses bahan baku hingga produk akhir secara keseluruhan dari suatu proses produksi. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: menentukan dampak lingkungan dan menentukan unit proses yang memberikan kontribusi dampak yang lebih besar pada proses produksi tapioka. Dalam penelitian ini akan mengidentifikasi proses produksi tapioka dengan batasan gate to gate dengan LCA mencakup empat tahap yaitu tahap pertama goal and scope definition, tahap kedua life cycle inventory (LCI), tahap ketiga life cycle impact assessment (LCIA), dan tahap terakhir intepretation data. Metode yang digunakan untuk kategori dampak kajian LCA adalah CML-IA Baseline dengan penilaian dampak secara midpoint. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa proses produksi 1ton tapioka memberikan kontribusi dampak Global Warming Potential senilai 1,679 kg CO2-eq dan dampak Eutrophication senilai 157,923 kg PO4-eq. Pada proses produksi tapioka ini kontribusi dampak terhadap lingkungan terbesar berasal dari unit concentrating hydrocyclone.
Copyrights © 2022