Keberadaan pasraman di Jawa Timur saat ini sebagian besar berupa sekolah-sekolah minggu di tempat-tempat ibadah (Pura) untuk memenuhi kebutuhan pengajaran Agama Hindu yang tidak dilaksanakan di sekolah-sekolah formal karena tidak tersedianya Guru Agama di sekolah-sekolah tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan kemandirian tata kelola pasraman sebagai lembaga multi fungsi. Bimbingan Masyarakat Hindu Kementrian Agama Wilayah Jawa Timur sebagai mitra sedang mendorong terbentuknya pasraman-pasraman baik formal maupun non formal, sebagai Lembaga Pendidikan Hindu agar mampu menjalankan fungsi dan perannya secara maksimal. Pengabdi ikut mendukug program ini dengan memberikan pelatihan tentang pentingnya kemandirian tata kelola pasraman sebagai Lembaga yang multi fungsi. Kemandirian pasraman dikukr dari empat aspek penting sebagai indikatornya, meliputi : organisasi, pengajaran, sarana dan prasarana, dan pendanaan. Disamping itu agar mampu melaksanakan perannya secara maksimal, pasraman harus dikelola berdasarkan pronsip-prinsip manajemen modern. Sedangkan fungsi strategis pasraman, disamping sebagai Lembaga Pendidikan, pasraman juga dapat berperan sebagai pusat pengembangan karakter siswa, pusat pengembangan budaya local dan pusat pembelajaran kewirausahaan.
Copyrights © 2024