Salah satu Tafsiran al-Qur’an dengan menggunakan Bahasa daerah yaitu Tafsir al-Munir karya AG. H. Daud Ismail yang merupakan ulama besar dari tanah Bugis yang pertama menafsirkan al-Qur’an secara utuh. Beliau menghadirkan Tafsir Bahasa Bugis agar pesan-pesan Ilahi yang tertuang dalam al-Qur’an bisa dipahami masyrakat luas, khususnya Bugis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, setidaknya memberikan gambaran terkait AG. H. Daud Ismail serta karakteristik Tafsirnya dan penerapan penafsiran dengan Metode Hida>’i tentang Arrijs. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik, pendekatan ilmu Tafsir, serta pendekatan sosial masyarakat. Tafsir al-Munir Mabbasa Ugi yang ditulis oleh AG. H. Daud Ismail mengikuti pola mushafi, beliau menulisnya dalam 10 jilid, tiap jilidnya terdiri dari 3 juz. Sistematika penulisannya dengan menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an berdampingan dengan terjemahan, ayat Al-Qur’an di tulis di bagian kanan dan terjemahan Bahasa Bugisnya di bagian kiri, Menyebutkan urutan surah dan ayat pada awal pemBahasannya, pada setiap penafsiran satu ayat, dua ayat, atau beberapa ayat Al-Qur’an di susun sedemikian rupa sehingga memberikan pengertian yang menyatu, atau ayat-ayat tersebut di anggap satu kelompok. Penafsiran al-Qur’an dengan metode Hida’i adalah upaya untuk memudahkan pembaca atau pendengar dalam memahami pesan-pesan al-Qur’an dalam bentuk narasi singkat, padat dan jelas yang memiliki unsur hidayah.
Copyrights © 2022