Jurnal Tafsere
Vol 10 No 2 (2022)

Kaidah Kritik Matan Hadis Menafsirkan Al-Qur'an

Hadari (Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas)



Article Info

Publish Date
15 Dec 2022

Abstract

Al-Qur’an dan Hadis sebagai warisan monumental telah mengalami fase kesejarahan yang panjang di samping mendapat perlakuan yang berbeda dalam proses identifikasi, kodifikasi, dan pemeliharaannya. Fase kesejarahan Al-Qur’an dengan kesemua proses-proses sebagaimana disebutkan tadi dikoordinir oleh Khalifah, disosialisasikan oleh Gubernur, dan dikontrol secara ketat oleh hafalan segenap kaum Muslimin. Akan halnya dengan Hadis, prosesnya melalui sikap perorangan (non-konsensus) yang berlangsung dalam kurun waktu empat abad hingga akhirnya sampai pada ulama kolektor kitab hadis standar dengan format penyajian yang berbeda, yakni format muṣannif, musnad, sunan, ṣaḥīḥ, al-jāmiʻ, mustadrak dan lain-lainnya. Itulah sebabnya mengapa kritik terhadap Al-Qur’an tidak segencar kritik terhadap Hadis, baik yang datang dari kalangan orientalis, al-muḥaddiṡūn, maupun yang datang dari kalangan inkār al-Sunnah. Terbunuhnya ‘Umar bin Khaṭṭāb tidak banyak mempengaruhi perkembangan Ilmu Kritik Hadis. Namun terbunuhnya ‘Uṡmān bin ‘Affān serta al-Husein bin ‘Alī yang diiringi kelompok politik dalam tubuh umat Islam, sangat berpengaruh terhadap perkembangan kritik Ilmu Hadis. Karena untuk memperoleh legitimasinya, masing-masing kelompok itu mencari dukungan dari Hadis Nabi saw. Dan apabila Hadis yang dicarinya tidak ditemukan mereka kemudian membuat Hadis palsu.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

tafsere

Publisher

Subject

Religion

Description

Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of ...