Penerimaan daerah merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dan kemampuan suatu daerah untuk berotonomi, terutama pada sisi penerimaan yang bersumber dari daerah itu sendiri, karena salah satu persayaratan utama dalam melaksanakan otonomi daerah secara baik adalah tersedianya dana yang mampu membiayai anggaran rutin dan anggaran pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerimaan Daerah Pemerintah Kota sebelum dan sesudah Otonomi Daerah di Kotamadya Samarinda tahun 1997-2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Mann Whitney, dan Analisis Deskriptif. Berdasarkan Uji Mann Whitney memperlihatkan sebagian besar kota Samarinda ada perbedaan kontribusi penerimaan daerah yang signifikan antara sebelum otonomi daerah dengan sesudah otonomi daerah. Nilai mean rank kontribusi pajak dan retribusi sesudah otonomi daerah 7,00) lebih tinggi daripada sebelum otonomi daerah (2,50). Adanya peningkatan kontribusi pajak dan retribusi sesudah otonomi daerah, antara lain disebabkan daerah sangat agresif dalam mengeluarkan peraturan daerah yang berkaitan dengan PAD, khususnya retribusi dan pajak daerah.
Copyrights © 2017