Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Januari terhadap retun saham, abnormal return, dan volume perdagangan saham dengan menggunakan uji one way anova. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs web Bursa Efek Indonesia selama periode 2012 sampai dengan 2016. Sampel prosedur pemilihan menggunakan purposive sampling dan hasilnya ada 22 perusahaan yang memenuhi kriteria selama 5 tahun. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara return saham bulan Januari dengan return saham bulan lainnya. Hasil serupa juga dihasilkan pada abnormal return dan volume perdagangan saham di mana tidak ada perbedaan signifikan dalam abnormal return dan volume perdagangan saham Januari dengan abnormal return dan volume perdagangan saham pada bulan lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan dukungan untuk teori pasar yang efisien yang menyatakan bahwa perubahan harga di masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi perubahan harga di masa depan. Dengan demikian, investor tidak dapat memanfaatkan January Effect untuk mendapatkan return saham yang tinggi dan abnormal return pada bulan Januari, serta volume perdagangan saham juga tidak meningkat secara signifikan pada Januari. Sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2016 adalah efisien.
Copyrights © 2019