Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023

KETERBUKAAN DIRI REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA PADA PENDAMPING UPTD PPA KOTA BANDA ACEH

Dhiyaul Izzah (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2023

Abstract

Angka perceraian selama beberapa tahun terakhir khususnya di Kota Banda Aceh berada pada angka yang tidak kecil. Hal ini memiliki dampak tak hanya kepada pasangan yang bercerai, namun juga anak yang mereka miliki termasuk yang berada dalam usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran keterbukaan diri yang dilakukan remaja penyintas perceraian orang tua kepada pendamping di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (UPTD PPA) Kota Banda Aceh. Pendamping UPTD PPA merupakan sosok baru yang ada di lingkungan remaja penyintas yang membantu proses pendampingan remaja penyintas dari awal kasus sampai kasus ditutup. Oleh karena itu keterbukaan diri terkait informasi antara remaja penyintas dengan pendamping merupakan hal yang ingin diketahui. Penelitian ini menggunakan teori Johari Window dengan 4 jendela yang dilihat dari komunikasi interpersonal remaja penyintas dengan pendamping dan konselor mereka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan juga dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah tiga dari empat remaja memiliki ruang yang cukup luas di Open Area. Pada Blind Area terdapat pada setiap remaja penyintas namun memiliki ruang yang tidak terlalu luas. Sementara itu, pada Blind Area satu dari empat remaja memiliki ruang yang cukup luas dan pada area terakhir yaitu Unknown Area tidak diketahui seberapa luasnya pada diri keempat remaja penyintas tersebut. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa remaja penyintas cenderung lebih bisa terbuka dengan konselor mereka dibandingkan pendamping. Hal ini bisa dikatakan karena konselor memiliki ilmu psikologis dan ketrampilan komunikasi interpersonal yang dapat membuat pihak remaja penyintas terbuka meyampaikan beberapa informasi yang sekiranya tidak bisa disampaikan dengan baik dengan pihak lain. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Keterbukaan Diri, Remaja, Perceraian

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

FISIP

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan ...