Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023

ANALISIS POLITIK IDENTITAS DALAM KEMENANGAN PASANGAN AIYUB ABBAS DAN SAID MULYADI PADA PILKADA PIDIE JAYA 2018

FAKHRAR RIDHA (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2023

Abstract

Sebagai sebuah negara demokrasi Indonesia memiliki sistem pemilihan umum atau lebih dikenal dengan Pemilu. Pemilu merupakan tahapan dalam pesta demokrasi untuk memilih para calon Eksekutif dan Legislatif dengan masa jabatan lima tahun. Pemilu juga dilaksanakan hingga tingkat Provinsi maupun Daerah, pada tahun 2018 Kabupaten Pidie Jaya kembali melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah untuk yang ketiga kalinya semenjak Kabupaten Pidie Jaya resmi menjadi daerah otonomi baru pada tahun 2007. Pada pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada tahun 2018 di kabupaten Pidie Jaya diikuti oleh empat calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati, yaitu Yusri Yusuf – Saifullah, Aiyub Abbas - Said Mulyadi. Muhibbuddin-M Yusuf, M Yusuf Usman-Anwar Ishak. Pasangan nomor urut dua yakni pasangan Aiyub Abbas-Said Mulyadi merupakan pasangan petahana. Pada Pilkada tahun 2018 Pasangan Petahana Aiyub Abbas- Said Mulyadi kembali berhasil menjadi pemenang untuk periode keduanya, sebagai pasangan petahana, pasangan ini merupakan pasangan yang menarik, karena pada pencalonan kali keduanya  pasangan ini tidak melakukan gonta ganti pasangannya, hal ini jarang terjadi pada pasangan petahana lainnya, adapun strategi yang dilaksanakan oleh tim pemeangan Aiyub Abbas- Said Mulyadi adalah menggunakan strategi marketing politik dimana Aiyub Abbas memanfaatkan basis partai yang besar sebagai partai pengusungnya yaitu Partai Aceh sebagai partai lokal terbesar di Aceh, juga ikut mengadakan diskusi politik bagi publik baik melalui kajian-kajian islami, ada juga pasangan ini memanfaatkan citra ketokohan Aiyub Abbas sebagai petinggi Gerakan Aceh Merdeka sebagai cara meraup suara pemilih. Dilain sisi Faktor Identitas politik juga digunakan pada Pilkada Kabupaten Pidie Jaya, identitas politik disini bukan identitas yang bernuansa agama tetapi identitas dengan mengangkat sentiment kewilayahan serta Organisasi dengan sejarah masa lalu, sentiment kewilayahan disini seperti pemanfaatan suara pada daerah wilayah asal kedua calon ini sebagai pusat lumbung suara. Juga adanya Sentimen identitas Organisasi politik melalui Gerakan Aceh Merdeka dimasa lalu, Dimana untuk beberapa wilayah tertentu sosok pemimpin yang memiliki sejarah masa lalu sebagai anggota Gerakan Aceh Merdeka memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Kata Kunci: Pilkada, Pidie Jaya, Politik Identitas

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

FISIP

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan ...