Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

PENGARUH OVERPARENTING TERHADAP KEPRIBADIAN

Heryanti Satyadi (Universitas Tarumanagara)
Fransisca Iriani R. Dewi (Program Studi Sarjana Psikologi, Universitas Tarumanagara Jakarta)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2023

Abstract

Dalam perkembangannya, anak membutuhkan pengasuhan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan usianya agar berkembang secara maksimal. Pengasuhan orang tua berpengaruh atas pembentukan kepribadian anak. Dalam perkembangan hidupnya, terdapat tahap emerging adulthood, yakni tahap masa transisi dari selesainya masa remaja menuju dewasa muda. Ketika itu seorang anak berada pada msa melepaskan diri dari pengasuhan orang tua. Anak sedang berfokus dengan dirinya sendiri dan memiliki otonomi yang besar dalam menjalani kehidupannya, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan kesempatan bagi anak belajar mandiri. Keterlibatan orang tua yang berlebihan pada tahap perkembangan ini disebut overparenting. Hal ini terjadi karena orang tua menyadari peluangnya semakin singkat untuk mengasuh dan membantu anak mencapai potensi terbaiknya. Dampak pengasuhan ini antara lain: anak kehilangan otonomi atas dirinya, tingginya kecemasan serta stres, hingga mengembangkan trait negatif. Selain itu juga dapat menghambat anak dalam mengambil tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, yang seharusnya perlu dikuasai anak menjelang memasuki masa dewasa. Individu yang terhambat oleh overparenting dan gagal memenuhi tuntutan psikologis, dikhawatirkan tidak mencapai kedewasaan secara sempurna, sebaliknya mengembangkan trait maladaptif. Penelitian menguji pengaruh overparenting terhadap terbentuknya trait kepribadian seseorang. Partisipan adalah 184 laki-laki dan perempuan (rerata usia 21.25 tahun). Pengumpulan data dengan Helicopter Parenting Instrument (HPI) dan NEO-Five Factor Inventory (NEO-FFI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa overparenting dari ayah secara signifikan dapat menjadi predictor pembentukan trait Neuroticism pada dewasa muda (t-value = 1.97 > 1.96, dengan p < 0.05). Semakin tinggi pengasuhan overparenting ayah, maka semakin tinggi kemungkinan anak memiliki trait neuroticism di usia dewasa muda. Hasil ini sejalan penelitian Odenweller, Booth-Butterfield dan Weber (2014) serta Montgomery (dalam Bradley-Geist & Olson-Buchanan, 2014), adanya hubungan antara overparenting dengan trait neurotisme. Sementara, overparenting ayah maupun ibu tidak berperan signifikan terhadap pembentukan trait lainnya (Extraversion, Openness, Agreeableness serta Conscientiousness).

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jmishumsen

Publisher

Subject

Arts Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu ...