Abstrak: Kegiatan PkM ini dilakukan karena adanya kasus serangan hama siput yang merusak kurang lebih 40ha lahan pertanian (hortikultura dan pangan) di Desa Ndondo. Keberadaan hama siput telah diketahui sejak lama dan populasinya semakin menigkat dari tahun ke tahun. Terjadinya ledakan populasi merupakan pertanda bahwa ada ketidakseimbangan dalam ekosistem oleh sebab itu tujuan dari PkM ini adalah untuk mengetahui kesiapan petani dalam menerapkan teknologi pengendalian hama secara terpadu sehingga akan diperoleh rekomendasi teknik pengendalian yang tepat dan berkelanjutan. Metode pelaksanan kegiatan PkM dilakaukan dengan cara memberikan penyuluhan tentang penerapan teknologi PHT. Sasaran kegiatan ini adalah petani hortikultura dan padi ladang sejumlah 30 orang. Pengukuran tingkat kesiapan petani diukur pada awal dan setelah kegiatan berlangsung dan selanjutnya akan di analisis secara sederhana menggukana persentase kesiapan. Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa terjadi tingkat pegetahuan petani terhadap komponen PHT sebesar 29,30% dengan tingkat perubahan pengetahuan tertinggi terjadi pada pengetahuan tentang faktor pemicu munculnya hama SEBESAR (46,25%) sementara itu peningkatan pengetahuan petani terhadap teknik pengendalian hama terpadu sebesar 33,26% tingkat perubahan tertinggi adalah teknik pengendalian secara perundang-undangan (peraturan) sebesar 47,42 %. Petani diharapkan mampu mengelola agroekosistem dan menerapkan berbagai komponen tersebut. Abstract: This PKM activity was carried out because of a case of snail pest attacks that damaged approximately 40ha agricultural land (horticulture and food) in Ndondo Village. The existence of snail pests has been known for a long time and its population is increasingly commercialized from year to year. The occurrence of a population explosion is a sign that there is an imbalance in the ecosystem, therefore the purpose of this PKM is to find out the readiness of farmers in applying integrated pest control technology so that appropriate and sustainable control techniques will be obtained. The method of implementing PKM activities is carried out by providing counseling about the application of IPM technology. The target of this activity is horticultural farmers and 30 fields of fields. Measurement of farmers' readiness levels is measured at the beginning and after the activity takes place and subsequently will be analyzed simply using the percentage of readiness. The evaluation results show that there was a level of knowledge of farmers towards the IPA component of 29.30% with the highest level of change in knowledge of the knowledge of the triggering factor for pest (46.25%) Meanwhile an increase in farmers' knowledge of integrated pest control techniques was 33.26% The highest level of change is the legislation (regulation) control technique of 47.42%. Farmers are expected to be able to manage agroecosystems and apply these components.
Copyrights © 2023