Kualitas gula dipengaruhi oleh proses produksi terutama di pemurnian nira. Standar kelayakan mutu gula di Indonesia diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 3140.3:2010. Melalui standar tersebut, pemerintah berupaya untuk melakukan pengawasan produk gula yang beredar di pasaran layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu parameter untuk menentukan kualitas gula berdasarkan SNI 3140.3:2010 adalah Turbidity. Nilai turbidity menunjukkan tingkat kekeruhan pada nira yang dapat diartikan bahwa semakin rendah nilai turbidity (< 100 SiO2) maka semakin jernih nira yang dihasilkan. Tujuan dari analisis ini untuk mengetahui suhu dan pH nira encer yang optimal di Door Clarifier. Analisis Turbidity nira encer dilakukan dengan menggunakan Spectrophotometry. Variabel uji yang digunakan dalam analisis Turbidity antara lain suhu dan pH. Suhu nira encer di Door Clarifier berturut-turut 89°C, 90°C, 91,6°C, 92°C, 94°C, dan 94,8°C, pH nira encer pada defekator berturut-turut 8,82, 8,9, 8,98, 9,03, dan 9,08. Berdasarkan hasil analisis ini, dihasilkan suhu optimal nira encer di Door Clarifier sebesar 94,8°C dan pH nira encer di defekator sebesar 9,08 dengan nilai turbidity 71,2316 SiO2.
Copyrights © 2022