Sistem irigasi di Indonesia masih menerapkan metode tradisional, yaitu metode buka tutup untuk saluran irigasi ke sawah masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Metode tersebut dinilai peneliti kurang efektif dan efisien, sehingga diperlukan sistem monitoring dalam saluran irigasi tersebut. Monitoring ketinggian air diperlukan untuk menjaga debit air agar tidak merusak sawah ataupun tanaman lain disekitarnya. Sistem monitoring dirancang menggunakan sensor ultrasonic dan NodeMCU sebagai media komunikasi data yang terhubung dengan jaringan WiFi. Sistem ini berbasis Internet of Things sehingga proses monitoring dapat dilakukan melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Penerapan sistem ini diharapkan dapat membuat pekerjaan para petani menjadi lebih efektif dan efisien. Dari hasil perancangan dan pengujian prototipe, dapat ditarik kesimpulan bahwa sensor ultrasonic memiliki pengukuran jarak ke permukaan air yang presisi dengan alat pembanding yaitu penggaris. Fungsi aktuator dan Blynk membuktikan bahwa kontrol jarak jauh berjalan dengan baik dan responsif dalam membuka atau menutup pintu irigasi dan mematikan atau menyalakan pompa DC. Hasil pengujian QoS masing-masing parameter memperoleh rata-rata, untuk delay sebesar 1491 ms, untuk throughput sebesar 6,131 kbps, untuk packet loss sebesar 11,36%. Berdasarkan standarisasi TIPHON, hasil pengujian parameter delay dan throughput masuk dalam kategori Buruk. Sedangkan hasil pengujian parameter packet loss masuk dalam kategori Baik. Hal ini dikarenakan Blynk server butuh waktu untuk menanggapi paket yang dikirim maupun paket yang diterima.
Copyrights © 2023