Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi saat ini sudah sangat pesat, tidak terkecuali perkembangan TIK di bidang pendidikan. Perkembangan TIK ini di tanggapi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan memasukkanTIK kedalam mata pelajaran wajib. Pemerintah melalui Kemdiknas pernah mencanangkan sebuah program Indonesia Go Open source (IGOS). Program IGOS dicanangkan karena maraknya penggunaan software ilegal di Indonesia. Pemerintah mencoba membangun solusi dengan mencanangkan program IGOS melalui dunia pendidikan diharapkan Indonesia bisa membangun Sumber Daya Manusia yang mempunyai kemampuan di bidang IT dengan menggunakan aplikasi opensource tanpa harus membajak. Namun di sisi lain, kurikulum TIK yang diberikan kepada sekolah masih mengacu software proprietary. Pembelajaran Open Source di sekolah juga banyak menemui kendala dari kesiapan pihak sekolah. Banyaknya anggapan Open Source itu sulit sudah sangat melekat di masyarakat kita tidak terkecuali di dunia pendidikan. Rendahnya tingkat penerimaan dan penggunaan open source di sekolah lebih disebabkan karena rendahnya kebutuhan dan tuntutan siswa pada penggunaan open source dan persepsi siswa dan guru TIK di sekolah pada open source yang masih minim. Kurang aktifnya peran pemerintah dalam mendukung dan menjalankan program IGOS dilingkungan sekolah memberikan kontribusi terhadap lambannya proses pembelajaran open source di sekolah.
Copyrights © 2016