Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang berlebihan dengan keadaan feses yang encer atau berair. Diare dapat disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau virus. Infeksi diare ini dapat diobati dengan pengobatan antibakteri yang berbahan alami seperti ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum) yang memiliki kandungan senyawa alkoloid, flavanoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah senggani (Melastoma malabathricum) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini menggunakan metode difusi yang menunjukkan bahwa pada ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 16,2 mm dan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat serta pada konsentrasi ekstrak buah senggani (Melastoma malabathticum) memiliki zona hambat pada konsentrasi 20% = 5,5 mm , 40% = 6,7 mm , 60% = 17,1 mm dan 80% = 9,0 mm. Hal ini menyatakan bahwa ekstrak buah senggani pada konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat dalamĀ kategori sedang sedangkan zona hambat ciprofloxacin termasuk dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah senggani maka semakin besar diameter zona hambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae.
Copyrights © 2023