Kecantikan perempuan yang telah dikonstruksi oleh media, membuat pandangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia mengenai ciri fisik perempuan ideal. Bagi perempuan yang tidak memiliki ciri fisik tersebut dikatakan tidak cantik, terdiskriminasi dan mendapat perlakukan tidak adil di tengah masyarakat. Film Imperfect menceritakan fenomena yang berkembang di masyarakat mengenai kecantikan perempuan, dimana fisik perempuan yang tidak sesuai dengan kriteria kecantikan pada umumnya, tetapi memiliki kepribadian yang baik membuat tokoh utama memancarkan inner beauty-nya. Dari gagasan tersebut, maka masalah yang dikaji dan tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan mitos perempuan cantik pada film imperfect. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa mitos kecantikan pada film Imperfect ditandai dengan adanya standar kecantikan yang harus diyakini dan diikuti masyarakat. Sehingga tokoh utama mengeluarkan banyak usaha untuk bisa mengubah bentuk tubuhnya dan menggapai karirnya. Padahal sesungguhnya perempuan yang memiliki fisik yang beragam namun pintar dan berperilaku baik bisa membuat perempuan tersebut terlihat cantik. Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan budaya, membuat kecantikan yang beragam dari setiap perempuannya. Sehingga standar kecantikan yang berkulit putih, berambut panjang, tinggi, dan langsing tidak lagi menjadi patokan. Penelitian ini direkomendasikan kepada sineas film Indonesia agar dapat mengembangkan cerita berdasarkan fenomena di masyarakat dan dapat mengedukasi penontonnya. Selain itu juga kepada peneliti lain untuk mengkaji lebih dalam dan dijadikan sebagai bahan referensi agar lebih sempurna.
Copyrights © 2022