Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 30, No 4 (2012):

KARAKTERISTIK ARANG AKTIF DARI TUNGGAK Acacia crassicarpa

Aprianis, Yeni ( Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Jl. Raya Bangkinang-Kuok Km.9, Kotak Pos 4 BKN 28401)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2012

Abstract

Tunggak sisa tebangan Acacia crassicarpa Hutan Tanamanan Industri (HTI) selama ini belum dimanfaatkan padahal potensinya cukup besar. Pembuatan arang aktif dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan tunggak ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat dasar arang aktif dari tunggak Acacia crassicarpa. Tunggak Acacia crassicarpa dibuat arang kemudian direndam dalam larutan H3PO4 dengan konsentrasi 5% dan 10% selama 90 menit. Selanjutnya diaktivasi dalam retort pada suhu 650°C, 750°C dan 850°C. Mutu arang aktif yang dihasilkan di uji daya serap iod, benzena, kloroform, formaldehid, abu, karbon, zat terbang, pori permukaan dengan SEM dan derajat kristalinitas dengan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif terbaik diperoleh pada aktivasi perendaman H3PO4 10% dengan temperatur 750°C. Pada kondisi tersebut diperoleh rendemen sebesar 57%, kadar air 0,49%, kadar zat terbang 7,37%, kadar abu 4,22%, karbon terikat 88,41%, daya serap iod 1.115,5 mg/g, daya serap benzena 25,52%, daya serap kloroform 41,29% dan daya serap formaldehid 45,91%. Arang aktif ini memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bisa digunakan untuk menjernihkan air. pH air meningkat dari 5,63 menjadi 6,9 dan logam Fe dan Zn menurunkan masing- masing dari 0,600 dan 0,037 mg/L menjadi 0,424 dan 0,024 mg/L. Arang aktif yang dihasilkan strukturnya menjadi lebih teratur setelah diaktivasi.

Copyrights © 2012