Setiap manusia pasti memiliki tujuan dalam kehidupan, khususnya terkait kualitas hidup di dunia. Pada kenyataannya, untuk menggapai sebuah tujuan diperlukan media hubung, yang berfungsi sebagai perangkat untuk memenuhi apa yang dicita-citakan, sehingga mengetahui metode dan perangkat yang diperlukan, dianggap hal yang sangat penting, dalam istilah pepatah Arab, “barang siapa yang sudah mengetahui jauhnya perjalanan, maka hendaklah ia melakukan persiapan”. Begitu juga pula para sufi dalam perjalanan hidup mereka, perhatian mereka tercurahkan lebih banyak pada kebahagiaan di akhirat, sedangkan sisanya hanya sekedar untuk kemaslahatan hidup di dunia saja. Kekalnya kehidupan akhirat menjadikan mereka giat dan bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan hal-hal yang dianggap penting, salah satunya adalah tahapan-tahapan proses dalam makrifatullah, yaitu tingkatan hirarki ruhani yang harus dilalui serta proses pada tahapan-tahapannya. Yang menduduki puncak hirarki ruhani ada sesuatu yang disebutkan oleh Shaykh Abdul Qadir di dalam kitab beliau dengan istilah tiflul ma’ani. Penulis berusaha memaparkan asal usul kejiaan manusia, definisi tiflul ma’ani, sebab penamaannya, fungsinya, dan bagaimana tahapan-tahapan proses untuk mengaktifkannya.
Copyrights © 2022