Permasalahan penentuan jumlah output produksi disuatu Perusahaan sering kali dihadapi. Banyak berbagai faktor yang dapat mempengaruhi dalam penentuan jumlah output produksi salah satu faktor penyebabnya adalah jumlah barang yang masuk disuatu Perusahaan melebihi batas atau terlalu banyak sehingga dalam proses penentuan jumlah output produksi sulit diatasi dampaknya akan terjadi keterlambatan yang dapat mengakibatkan kerugian Perusahan dan kepercayaan Konsumen. Studi kasus pada penelitian ini adalah UPTD Logam Kota Pasuruan, dimana UPTD Logam ini bergerak dalam Industri pengecatan dibawah naungan Pemerintahan Kota Pasuruan. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki UPTD Logam menginginkan suatu program atau aplikasi untuk mempermudah dalam mengetahui selesainya suatu produksi. Dengan beberapa faktor permasalahan yang dihadapi maka pada penelitian ini dibuatlah suatu aplikasi perbandingan metode Work Sampling dan metode MOST untuk menentukan output produksi berbasis Web. Hasil penelitian menunjukan dengan rata-rata jumlah output awal 45 unit perhari, metode Work Sampling dalam tingkat akurasi lebih mendekati output awal dengan jumlah 50 unit perhari atau sebesar 10%, sedangkan metode MOST tingkat akurasi lebih jauh dari output awal dengan jumlah 72 unit perhari atau sebesar 60%.
Copyrights © 2022