This research aimed to determine the effect of perceptions of early marriage on early marriage decision-making in young women in Gowa district. The subjects of this study were 307 married young women who were determined using the Kretjie table. The sampling technique was using the Purposive Sampling technique. Analysis of the data in this study using simple linear regression with the help of Lisrel 8.70 and SPSS 22 for windows. In terms of decision making, as many as 36% of young women agreed to early marriage, 34% were in the neutral category or did not know about early marriage, and 30% thought that young women did not agree with early marriage. In this study, the subjects taken were all married people early. Therefore, the category of disagreement can be interpreted that young women do not want to get married early, but young women eventually get married early due to several factors. Whereas in terms of perception, as many as 33% of young women consider early marriage is a good thing, 35% have a neutral opinion, and 32% consider early marriage is a negative thing. The results of the regression analysis showed that the perception of early marriage influences the decision of young women to get married early in Gowa district.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi menikah dini terhadap pengambilan keputusan menikah dini pada remaja putri di kabupaten Gowa. Subjek dari penelitian ini yaitu remaja putri yang telah menikah sebanyak 307 orang remaja putri yang ditentukan dengan menggunakan tabel Kretjie. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan Lisrel 8.70 dan SPSS 22 for windows. Dalam hal pengambilan keputusan sebanyak 36% remaja putri setuju menikah dini, 34% berada pada kategori netral atau belum mengetahui mengenai pernikahan dini, dan 30% berpendapat tidak setuju dengan menikah dini.Pada penelitian ini, subjek yang diambil semuanya merupakan orang-orang yang menikah dini. Sehingga untuk kategori tidak setuju dapat diartikan bahwa mereka sebenarnya tidak ingin menikah dini, tetapi mereka akhirnya menikah dini disebabkan oleh beberapa faktor. Sedangkan dalam hal persepsi sebanyak 33% remaja putri menganggap pernikaha dini merupakan hal yang baik, 35% memiliki persepsi netral, dan 32% menganggap pernikah dini merupakan hal negatif. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi menikah dini berpengaruh terhadap keputusan remaja putri untuk menikah dini di kabupaten Gowa.
Copyrights © 2020