An Nisa'
Vol. 13 No. 1 (2020)

Fakta poligami sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan: Kajian lintasan tafsir dan isu gender

Wely Dozan (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
05 Feb 2023

Abstract

This paper is strongly influenced by the fact that polygamy is a form of violence against women in the study of the trajectory of gender interpretations and issues. The focus of this research will be to analyze polygamy in the discourse of thought and gender issues are seen as an environment and have a detrimental impact on women. The jargon of tafsir scholars in understanding the text of the Koran, namely "Shalihun likulli zammani wa makkani" according to the circumstances of time and place. So that the Al-Qur'an is not actually an implementation as a concept to do polygamy for men, but the Al-Quran is implemented based on contextual, namely monogamy as an effort to uphold women's justice. The research approach approach is literature study approach which is a literature study in answering research problems through various literatures, namely books, journals, articles, and supporting references. The results of this study indicate that, polygamy in the concept of gender has occurred violence against women in all actions based on differences in sex through, physical, sexual, and psychological, including on certain threats. Violence against women, especially in domestic relationships, is often referred to as gender-based violence. The study of interpretation as a solution to eliminating problems and upholding justice through a contextual interpretation and paying attention to the objectives of the Qur'an for society, namely by means of monogamy (marrying someone) and rejecting polygamy in the context of marriage.Tulisan ini mendiskusikan terkait fakta poligami sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam kajian lintasan tafsir dan isu gender. Fokus penelitian ini akan menganalisis poligami dalam wacana pemikiran tafsir dan Isu gender dipandang sebagai salah satu diskriminasi dan berdampak merugikan terhadap perempuan. Adapun jargon ulama tafsir dalam memahami teks Al-Qur’an yaitu “Shalihun likulli zammani wa makkani” sesuai keadaan waktu dan tempat. Sehingga Al-Qur’an sejatinya bukan dipahami sebagai konsep untuk melakukan poligami bagi laki-laki, melainkan Al-Qur’an dipahami berdasarkan kontekstual yaitu monogami sebagai salah satu upaya untuk menegakkan keadilan terhadap perempuan. Adapun pendekatan penelitian yaitu pendekatan studi literatur yang merupakan studi pustaka dalam menjawab persoalan penelitian melalui berbagai literatur yaitu buku, jurnal, artikel, dan refrensi yang mendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, poligami dalam konsep gender telah terjadi kekekerasan terhadap perempuan dalam semua tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin melaui, fisik, seksual, dan psikologis, termasuk pada ancaman tertentu. Kekerasan terhadap perempuan khususnya dalam hubungan rumah tangga, sering disebut sebagai kekerasan berbasis gender. Kajian tafsir sebagai solusi untuk menghilangkan problematika dan menegakkan keadilan melaui tafsir bernuasa kontekstual dan memperhatikan tujuan Al-Qur’an bagi masyarakat yaitu dengan jalan monogami (menikahi seseorang) dan menolak poligami dalam konteks perkawinan tersebut.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

annisa

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

An Nisa is a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on gender and child, is published two times (June and December) a year. An Nisa is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. The ...