Penelitian ini mengkaji ketidaksadaran Endah Nisrinasari dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) dengan memakai tinjauan psikoanalisis Sigmund Freud dan membatasi permasalahannya pada bahasa. Ada tiga tujuan dalam penelitian ini, yaitu (1) menjelaskan psikobiografi Endah Nisrinasari, (2) menyajikan wujud-wujud kondensasi, simbolisasi, dan pengalihan yang terdapat dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) karya Endah Nisrinasari, dan (3) menyimpulkan ketidaksadaran Endah Nisrinasari dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020). Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Data primer yang digunakan di dalam penelitian ini ialah kutipan dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) karya Endah Nisrinasari. Data sekunder yang dipakai adalah segala informasi lain terkait kondisi psikologis dan proses menulis serta hasil wawancara dengan pengarang tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu membaca, menyimak, mencatat, observasi, dan wawancara. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ialah ditemukannya keinginan terpendam Endah Nisrinasari. Dia ingin orang-orang menjadi lebih bijaksana ketika menghadapi suatu permasalahan dan memahami serta menghargai orang lain di kehidupan sehari-hari. Kemunculan keinginan tersebut dilatarbelakangi oleh kenangan masa lalunya, baik ketika masih kecil maupun remaja.Kata kunci: psikologi abnormal, psikoanalisis, Sigmund Freud
Copyrights © 2022