Hipertensi dapat terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor risiko, diantaranya status gizi, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola makan seperti asupan natrium, kalium, kalsium, magnesium, konsumsi alkohol, faktor stres. usia, graviditas, dan genetika atau riwayat keluarga. Sebagian besar kejadian tekanan darah tinggi, tidak juga dikarenakan oleh satu faktor risiko saja, tetapi terdapat peran faktor risiko lainnya secara bersama – sama. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan natrium, status gizi dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada Atlet Voli Wanita di Desa Banjaratma. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini yaitu menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 atlet voli wanita di Desa Banjaratma. Pengumpulan data menggunakan data tekanan darah responden, kuesioner PAL dan SQ-FFQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat asupan natrium yang cukup 14 (40,0%) asupan lebih 21 (60,0%), status gizi normal 21 (60,0%) tidak normal 14 (40,0%), Aktivitas fisik cukup 16 (45,7%) kurang 19 (54,3%). hasil uji chi-square variabel asupan natrium terhadap kejadian hipertensi p < 0,05 (p=0,000), variabel status gizi terhadap kejadian hipertensi (p=0,000) dan variabel aktifitas fisik terhadap kejadian hipertensi p = 0,0000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan asupan natrium, status gizi, dan aktifitas fisik terhadap kejadian hipertensi.
Copyrights © 2023