Hakikat manusia adalah mahkluk relasional. Hal ini mewujud dalam relasinya dengan Tuhan dan sesama. Namun pada sisi lain, hakikat relasional ini ternyata memiliki suatu persoalan serius terutama terkait dengan munculnya fenomena kejahatan terorisme agama di ruang publik. Melalui artikel ini, penulis mencoba menunjukkan masalah tersebut. Menggunakan kajian literatur, artikel ini menemukan bahwa terdapat pemahaman yang keliru mengenai relasi tersebut. Kekeliruan ini kemudian turut menjadi akar munculnya terorisme. Kekeliruan yang dimaksud adalah relasi dengan Tuhan diyakini sebagai jalan tunggal pembenaran dan pembuktian iman sekaligus jaminan masuk surga. Iman personal dianggap sebagai jalan satu-satunya memperoleh kebahagiaan akhirat sehingga perwujudannya ke dalam iman sosial diabaikan. Maka untuk mencegah pemahaman yang keliru sekaligus mencegah masifnya terorisme di masa depan, penting untuk mengaplikasikan suatu pendidikan agama terpadu baik secara informal dan secara formal.
Copyrights © 2022