Karya sastra pada masa pendudukan Jepang menjadi catatan tersendiri dalam sejarah kesastraan di Indonesia.Karya sastra tidak hanya sebagai ungkapan ekpresi dari sastrawan belaka, akan tetapi sudah menjadi mediauntuk komunikasi massa untuk masyarakat penikmatnya. Pokok permasalahan tulisan ini adalah bagaimanapemerintah pendudukan Jepang melakukan propaganda melalui karya sastra dan bagaimana karya sastra kritikterhadap pemerintah pendudukan Jepang. Karya sastra menjadi salah satu media atau alat propaganda bagipemerintah. Karya sastra menjadi salah satu alat propaganda pemerintah untuk mendapatkan simpati darimasyarakat Indonesia. Melalui Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaan) dibawah Sedenbu (DepartemenPropaganda), pemerintah serius untuk melakukan propaganda dengan memanfaatkan karya sastra meskipuntidak banyak jumlahnya. Meskipun demikian, ternyata tidak semua karya sastra menjadi bagian propagandapemerintah karena isinya berupa kritikan. Tentu saja tidak terpublikasikan secara resmi dan hanya beredar dikalangan terbatas saja dan diterbitkan setelah kemerdekaan Indonesia.
Copyrights © 2014