Beberapa masalah yang berkaitan dengan penanganan asfiksia bayi baru lahir oleh bidan belum optimal, sehingga keberhasilan menyelamatkan bayi Asfiksia dan akan berakibat buruk terhadap mental ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya Peran Pimpinan, terhadap kompetensi bidan dalam manajemen asfiksia di puskesmas Wilayah Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain potong lintang. Sampel yang digunakan sebanyak 80 bidan sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) . Hasil temuan penelitian yaitu variabel Kompetensi bidan dalam manajemen asfiksia dipengaruhi oleh peran pimpinan (12.06). Pengaruh langsung terhadap kompetensi bidan dalam manajemen asfiksia sebesar 81.62% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1.67%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung kompetensi bidan sebesar 83.29%. Saran penelitianya itu diharapkan pimpinan koordinator puskesmas dapat memfasilitasi pengembangan dalam meningkatkan kompetensi.
Copyrights © 2019