Penelitian ini mengkaji tentang penafsiran ayat-ayat bidadari dalam al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penafsiran terkait konsep bidadari dalam al-Qur’an dengan pendekatan feminis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, dan teknik pengumpulan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah kata bidadari direpresentasikan melalui kata al-hur al-‘ayn dengan kata qashiratu tharf. Terjadi beberapa perbedaan penafsiran terkait makna al-hur al-‘ayn, dan kebanyakan menafsirkannya sebagai gambaran terhadap wanita surga yang kecantikannya sangat sempurna, baik dari dalam maupun luar. Namun berbeda dengan Amina Wadud yang menganggap al-hur al-‘ayn sebagai redaksi metaforis. Selain itu, makna qashiratu tharf dalam al-Qur’an ditafsirkan kebanyakan oleh mufasir sebagai perempuan yang menahan pandangan mata mereka dan hanya memandang kepada pasangan mereka saja, dan tidak pernah disentuh oleh siapapun.
Copyrights © 2023