Sebagai miniatur keberagaman agama di Indonesia, Kasembon memiliki strategi perdamaian yang khas. Penelitian ini akan mendeskrispsikan strategi mayoritas, dalam hal ini Islam, dalam membina perdamaian dan mengayomi minoritas di basis multikultural Kasembon Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimbar toleransi di Kecamatan Kasembon dibangun atas media atau ruang publik yang dapat mempertemukan warga lintas agama, di antaranya: 1) bersih desa dan perayaan HUT RI, 2) perayaan hari besar keagamaan, 3) makam dan selametan. Strategi membina kerukunan yang dilakukan oleh pemuka agama di Kasembon diwujudkan dalam beberapa hal. Pertama, keunikan dalam pengucapan hari raya dan doa bersama lintas agama. Kedua, penguatan basis ekonomi umat untuk meminimalisasi proselitisasi. Ketiga, khutbah dan ceramah kegamaan dilakukan tanpa menyerukan kebencian bagi pihak yang berbeda agama.
Copyrights © 2022