AbstrakTimbunan sampah akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Limbah padat yang tidak diolah dengan baik dapat mengandung berbagai kuman penyakit yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan terganggunya estetika. Timbunan limbah padat yang tidak diimbangi dengan pengolahan menyebabkan terjadinya pencemaran air, air tanah, tanah, dan udara. Berdasarkan bentuknya, pupuk organik dibedakan menjadi dua, yaitu cair dan padat. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan ibu-ibu PKK RT 008/RW 001 Kelurahan Sampangan dalam membuat pupuk organik menggunakan sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pembuatan produk, sosialisasi via whatsapp grup ibu-ibu PKK dengan pemaparan terkait sampah organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair dan padat. Kemudian mengirimkan video kegiatan praktik yaitu pembuatan pupuk organik cair dan padat dari sampah rumah tangga dan sesi tanya jawab kepada ibu-ibu. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK berpotensi untuk dapat membuat pupuk organik mulai dari skala rumah tangga dengan memanfaatkan sampah seperti sampah dapur. Hasil dari pengolahan sampah dengan komposter berupa pupuk cairan dan padat yang keduanya dapat digunakan pada tanaman dan pupuk hasil tersebut baru bisa diambil dari komposter setelah 2 sampai 3 minggu masa fermentasi.AbstractThe pile of garbage will increase along with the increase in population. Solid waste that is not treated properly can contain various germs that are harmful to human health and disrupt aesthetics. The accumulation of solid waste that is not balanced with processing causes water, ground water, soil and air pollution. Based on the form, organic fertilizers are divided into two, namely liquid and solid. The purpose of this program is to empower PKK women RT 008/RW 001 Sampangan Village in making organic fertilizer using household waste. The method used is product manufacture, socialization via whatsapp group of PKK women with exposure related to organic waste and its use as liquid and solid organic fertilizer. Then send videos of practical activities, namely the manufacture of liquid and solid organic fertilizers from household waste and a question and answer session to mothers. The result of this community empowerment program is that PKK women have the potential to be able to make organic fertilizer starting from the household scale by utilizing waste such as kitchen waste. The results of processing waste with a composter are in the form of liquid and solid fertilizers, both of which can be used on plants and the resulting fertilizer can only be taken from the composter after 2 to 3 weeks of fermentation.Keywords: EM4; Household Waste; Organic Fertilizer
Copyrights © 2022