Cermin Dunia Kedokteran
Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi

Efek Suplementasi Vitamin D terhadap Kejadian Dermatitis Atopik pada Anak

Talita Clarissa Sinatra (RS Panti Waluya Sawahan, Malang, Indonesia)
Krisna Ariaputra (RS. Panti Waluya Sawahan, Malang, Indonesia)
Ratna Mustika Sari (RS Panti Waluya Sawahan, Malang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2022

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis atopik (DA) merupakan kelainan kulit yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Terapi konvensional memiliki efek samping dan komplians yang kurang baik, sehingga diperlukan terapi alternatif. Suplementasi vitamin D diperkirakan dapat memperbaiki luaran klinis DA pada anak karena adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dan derajat DA anak serta peran vitamin D dalam memperbaiki sistem imunitas, fungsi barrier kulit, serta meregulasi proses inflamasi pada DA. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efikasi suplementasi vitamin D terhadap penurunan derajat eksaserbasi DA pada anak dibandingkan dengan terapi konvensional tanpa vitamin D. Metode: Pencarian literatur di MEDLINE dan Cochrane berdasarkan pertanyaan klinis, kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel terpilih ditelaah kritis untuk menilai validitas, kepentingan, dan penerapannya. Hasil: Dari 5 studi randomized control trial (RCT) dengan validitas sama, 3 studi menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D mampu menurunkan skor derajat serangan DA pada anak dibandingkan kelompok plasebo, 2 studi lainnya menunjukkan penurunan nilai, namun tidak signifikan. Pada kelima studi tidak ditemukan efek samping atau komplikasi suplementasi vitamin D pada anak dengan dermatitis atopik. Simpulan: Suplementasi vitamin D dinilai dapat bermanfaat pada anak dengan dermatitis atopik yang merupakan kelompok risiko tinggi mengalami defisiensi vitamin D. Dosis vitamin D 500-1000 IU/ hari per oral selama 1-3 bulan aman untuk anak. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menilai dosis dan durasi suplementasi vitamin D terbaik dengan efektivitas tinggi pada anak dengan DA.   Background: Atopic dermatitis (AD) is the most common skin disorder found in infants and children. Conventional therapy has major side effects and poor compliance, so alternative therapies are needed. Vitamin D supplementation is expected to improve the clinical outcome of AD in children because of the relationship between vitamin D deficiency and the severity of AD in children and the role of vitamin D in improving the immune system, skin barrier function, and regulating inflammatory processes in AD. This study aimed to analyze the efficacy of vitamin D supplementation in reducing the severity of AD exacerbation compared to children receiving conventional therapy without vitamin D. Methods: Literature search in MEDLINE® and Cochrane® based on clinical questions, inclusion and exclusion criteria. Selected articles were critically reviewed to assess their validity, importance and applicability. Results: Of the 5 randomized control trials (RCTs) with the same validity, 3 studies showed that vitamin D supplementation was able to reduce the severity of AD in children compared to the placebo group, the other 2 studies showed a decrease in scores, but not significantly. In the five studies, no side effects or complications of vitamin D supplementation were found in children with atopic dermatitis. Conclusion: Vitamin D supplementation is considered to be beneficial in children with atopic dermatitis who are a high-risk group for vitamin D deficiency. The dose of vitamin D is 500-1000 IU/day orally for 1-3 months is safe for children. However, further research is needed to assess the best dose and duration of vitamin D supplementation with high effectiveness in children with AD.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...