Cermin Dunia Kedokteran
Vol 47 No 9 (2020): Infeksi

Pendekatan Terapi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Ni Luh Putu Rustiari Dewi (Rumah Sakit Universitas Udayana, Denpasar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2020

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) juga dikenal sebagai hyperandrogenic anovulation (HA), merupakan kelainan sistem endokrin yang menyebabkan gangguan kesuburan wanita usia reproduktif. PCOS melibatkan ketidakseimbangan kadar luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH), resistensi insulin, dan kelainan metabolisme. Clomiphene citrate masih menjadi pilihan terapi utama untuk menstimulasi ovulasi pada kasus PCOS. Metformin juga menurunkan kadar androgen yang dapat meningkatkan terjadinya ovulasi spontan. Terapi lini kedua adalah gonadotropin dan bedah laparoskopi ovarium. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), also referred to as hyperandrogenic anovulation (HA), is an endocrine system disorders that affect women in their reproductive age. PCOS typically involves hormonal imbalances between luteinizing hormone (LH) and follicle-stimulating hormone (FSH), insulin resistance, and metabolic abnormalities. Clomiphene citrate (CC) is considered the first line treatment for ovulation induction in women with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Metformin also decreases androgens in both lean and obese women, leading to increased rates of spontaneous ovulation. Second choice is gonadotropin and ovarian laparoscopy

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...