Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi program apa yang diterapkan oleh SCTV terhadap program Indonesia Pintar. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif, dengan pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga informan terpercaya. Teknik pengolahan data menggunakan koding, mulai dari open coding, axial coding, dan selective coding. Informan dalam penelitan ini adalah: Doni Arianto selaku Kepala divisi planning, scheduling, research dan development, Cornel Pangaribuan selaku Eksekutif Produser Indonesia Pintar, dan Lanny selaku Kreatif Indonesia Pintar. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian bahwa program Indonesia Pintar merupakan program pengembangan dari satu segmen di program gameshow SCTV sebelumnya yaitu Eatbulaga Indonesia pada tahun 2014. Program ini merupakan spinoff dari segmen eatbulaga yang kemudian menjadi suatu program sendiri yaitu program Indonesia Pintar. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa program Indonesia Pintar menerapkan strategi programming dari Susan Tyler Eastman dan Douglas A. Ferguson yang terdiri dari selecting, scheduling, promotion, dan evaluation. Indonesia pintar menggunakan startegi counterprogramming dimana pada jam yang sama, stasiun televisi lain menayangkan program dengan format berbeda. Pada tanggal 25 April 2019 Indonesia Pintar terpaksa harus turun tayang, dikarenakan beberapa hal, diantaranya rating dan share yang tidak sesuai target yang telah ditetapkan SCTV, serta jadwal shooting yang terhambat oleh jadwal sekolah anak – anak yang sudah memasuki masa ujian dan liburan sekolah.
Copyrights © 2020