Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hanya 10,6% anak yang sarapannya mencukupi asupan energi sebesar 30%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, hanya 1 dari 8 orang anak yang sarapan pagi bergizi. Tidak menerapkan sarapan pagi dapat mengakibatkan tubuh mudah terserang penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sikap ibu dan tindakan anak dalam membawa bekal sarapan pagi menggunakan strategi advokasi di SDN 11 Paninjauan. Metode penelitian yang digunakan adalah penggabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed method). Desain penelitian kuantitatif yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan pretest-posttest design tanpa kelas kontrol yang dikumpulkan dengan kuesioner. Sedangkan metode penelitian kualitatif yang digunakan yaitu studi kasus dimana pengumpulan datanya yaitu dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian kualitatif yaitu adanya kebijakan advokasi tentang membawa bekal sarapan pagi ke sekolah. Lalu hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa ada perubahan nilai rata-rata sikap ibu dan tindakan anak terkait sarapan pagi anak setelah dilakukan advokasi. Dapat disimpulkan bahwa ada perubahan sikap ibu dengan nilai p-value 0,0005 (α = 0,05) dan tindakan anak dengan nilai p-value 0,0001 (α = 0,05) dalam mebawa bekal sarapan pagi menggunakan strategi advokasi di SDN 11 Paninjauan.
Copyrights © 2023