Pendahuluan : Pliometrik merupakan bentuk latihan strength and conditioning yang sangat populer dan telah dipelajari secara ekstensif selama beberapa dekade terakhir. Latihan pliometrik dapat meningkatkan kelincahan, komponen penting dalam permainan sepak bola. Namun, efek latihan pliometrik terhadap peningkatan kelincahan masih menjadi perdebatan. Tujuan: untuk membuktikan efek latihan pliometrik terhadap peningkatan kelincahan pada atlet dengan riwayat cedera kronik ankle sprain. Metode: Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan penelitian One Groups Pretest-Posttest Design. Sebanyak 12 remaja laki-laki usia 16 – 19 tahun, indeks masa tubuh (IMT) 18 – 23 kg/m2, tekanan darah normal, denyut jantung istirahat normal dan memiliki riwayat cedera ankle sprain melalui hasil pemeriksaan Chronic Ankle Instability Tools (CAIT), Foot and Ankle Ability Measure (FAAM), Sports Subscale, Single Hop Test and Multiple Hop Test) dengan hasil positif ikut berkontribusi dalam penelitian. Intervensi latihan pliometrik (Mini Hurdle, Z-Drill dan Y-Shaped) dilakukan 4 kali/minggu selama 4 minggu dan dilakukan pada pukul 07.00–09.00 WIB. Pengukuran kelincahan dilakukan sebelum dan setelah 4 minggu latihan pliometrik dengan menggunakan T-Test (satuan detik). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan kecepatan kelincahan antara pretest vs. posttest (p ? 0,001) Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan latihan pliometrik yang dilakukan 4x/minggu selama 4 minggu efektif dalam meningkatkan kecepatan kelincahan
Copyrights © 2023